Kanal Malang
Beranda Bisnis Analisis Inflasi Bulanan Maret 2023 di Indonesia: Komoditas dan Wilayah yang Terpengaruh

Analisis Inflasi Bulanan Maret 2023 di Indonesia: Komoditas dan Wilayah yang Terpengaruh

Jika diuraikan berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi bulanan terbesar pada bulan Maret 2023 adalah oleh makanan, minuman, dan tembakau.

“Komoditas penyumbang inflasi mtm terbesar adalah angkutan udara, bensin, beras, cabe rawit, dan rokok kretek filter,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/4/2023).

Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebesar 1,30 persen, sedangkan Kota Bandung, Jawa Barat melaporkan deflasi terdalam yaitu -1,50 persen pada periode yang sama.

Di Kupang, tarif angkutan udara menjadi komoditas penyumbang inflasi sebesar 0,55 persen. Secara tahunan, angka inflasi pada Maret 2023 mencapai 4,97 persen dan 0,68 persen sepanjang tahun berjalan.

Selain itu, dalam Economic Outlook, Interim Report March 2023, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan inflasi Indonesia pada tahun ini mencapai 4,1 persen.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan target Bank Indonesia (BI) yang berada di kisaran 3% dan asumsi dasar ekonomi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sebesar 3,6%.

Sumber: Badan Pusat Statistik

Menurut OECD, inflasi secara umum relatif bisa dikendalikan dengan berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah, namun kewaspadaan tetap perlu dikedepankan.

Salah satunya adalah dengan menjaga pergerakan harga energi dan pangan serta memperkuat dukungan fiskal, terutama untuk kelompok rumah tangga.

“Inflasi utama diproyeksikan menurun pada 2023. Meski begitu, inflasi tetap jauh di atas target hingga tahun depan,” tulis laporan OECD yang dikutip Bisnis, Senin (20/3).

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *